Kunci Sukses Nomor 1 : Membangun OGOS INDONESIA Hingga Bisa Tembus Omset 13,6 Milyar Hanya Dalam Waktu 1 Tahun

Kunci Sukses Nomor 1 : Membangun OGOS INDONESIA Hingga Bisa Tembus Omset 13,6 Milyar Hanya Dalam Waktu 1 Tahun

Satu tahun yang lalu di bulan September 2018, saya mulai membuat akun di shopee untuk produk fashion wanita khususnya celana baggy pants. Belum mulai jualan ya, baru buat akun aja.

Team Ogos Indonesia

Saya mulai jualan di awal bulan oktober 2018, dan alhamdulillah omset di bulan pertama jualan udah bisa tembus 49 juta lebih. Lumayan banget kan untuk pemula yang jualan di Shopee udah bisa dapat omset segitu . Bulan kedua naik hampir 8x lipat di angka 390an juta, dan di bulan ketiga udah tembus angka 700an juta per bulan. Jadi di 3 bulan pertama, omset saya sudah di atas 1,15 MILYAR LEBIH!!

Dan satu tahun berjalan OGOS INDONESIA ini alhamdulillah omset bisa mencapai 13,6 MILYAR lebih.

Omset 3 Bulan pertama Ogos Indonesia
Omset 3 Bulan pertama Ogos Indonesia, Shopee : OGOS.ID

 

Kalian pasti penasaran kan ;

Gimana caranya bisa tembus omset 1 Milyar lebih hanya dalam waktu 3 bulan dan Bisa Tembus 13,6 Milyar Hanya dalam Satu Tahun?

Ambil kopi dan duduk dengan posisi paling nyaman kalian dulu..atau rebahan juga boleh. Yang penting baca dengan santai dan tenang, biar cepat masuk ilmunya hee..

Ok, Lanjut!

Pola sukses yang saya lakukan tentu saja bisa di copy dan teman2 praktekan langsung. Karena ini mudah dan gampang banget, yang terpenting teman2 harus punya Keyakinan dulu untuk sukses!

Kenapa harus Yakin dulu??

Yaa Karena ini kunci nomor satu untuk sukses : YAKIN!

Kalau kita yakin Bisa pasti Bisa

Kalau kita yakin Kaya pasti Kaya

Kalau kita yakin Sukses pasti Sukses

Sebelum memutuskan terjun jualan di dunia online, mantepin dulu hati kalian. Ada dikit saja ragu, gak bakalan bisa sukses. Nomer satu setting ulang hati kita dulu, baru nanti setting ulang otak kita.

Coba tanyakan ini dalam hati :

” Sejak kapan kamu punya rasa Yakin kalo kamu bakal jadi orang sukses?!”

Lakukan flashback ke masa lalu, tarik jiwa dan pikiran kalian ke masa lalu. Karena tiap orang beda-beda. Mungkin ada yang dari SMP sudah punya rasa Yakin bahwa kelak dia menjadi orang hebat atau sukses. Ada juga yang baru muncul saat SMA atau kuliah, atau saat sudah punya pekerjaan.

Yang Bahaya itu kalo kalian tidak punya rasa Yakin kalo kalian itu bakal jadi orang sukses… hee.

Yakin itu gelombangnya tinggi, cepet konek dengan Tuhan. Cepet di kabul do’a-do’anya.. Gampang banget rezeki itu datang, ada aja jalannya.

Dan rasa yakin ini bisa di bentuk ya, salah satunya dengan cara melakukan afirmasi setiap pagi hari. Misal begini :

“Saya yakin bisa punya rumah yang bagus!”

“Saya pasti bisa menghajikan ke dua orang tua saya!”

“Saya bisa dan mampu menjual 1.000 pcs celana tiap hari!”

“Saya pasti bisa umroh di bulan ramadhan tahun depan!”

 

Udah paham ya.. yang penting YAKIN aja dulu.

 

Untuk Kunci sukses lainnya saya akan tuliskan di tiap hari kamis. Minggu depan saya akan tuliskan tentang mindset ya.

 

Buat teman-teman yang minta materi Seminar Bank Indonesia saya di Hotel Santika Pekalongan, silahkan klik link di bawah ini :

Download Materi Kiat Sukses Omset Milyaran

 

 

Kesampaian Juga ke Prau !

Kesampaian Juga ke Prau !

Saya tiba di Basecamp Patak Banteng sekitar pukul 23.45 wib, hening rembulan sedang terang-terangnya, namun tak mampu menghalau hawa dingin di lereng Gunung Prau yang mencapai 6 derajat celcius.

Semakin larut desir angin semakin dingin, sapuan tipis melewati wajah membuat bibir mulai meretak. Jari-jari tangan terasa beku dan kaku.

Gunung Prau Dieng
Gunung Sindoro & Sumbing dari Puncak Gunung Prau 2565 mdpl, Sumber : Instagram.com

Gunung Prau adalah mutiara bagi Dataran Tinggi Dieng, pesonanya mampu menarik ribuan wisatawan atau pendaki dari berbagai penjuru negeri.

Jika cuaca sedang cerah, ada 5 gunung yang bisa kamu lihat secara langsung. Di sebelah timur, ada Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Lawu. Jika kamu sejenak melihat ke arah barat, kamu bisa menatap Gunung Slamet yang gagah.

gunung-prau.jpg
Pemandangan Puncak Gunung Prau, Dok Pribadi

Jalur Pendakian   ke Puncak Gunung Prau

Ada 6 jalur pendakian untuk sampai ke puncak Gunung Prau, kamu bisa melalui jalur Wates, Dieng Wetan, Campurejo, Dieng Kulon (Dwarawati), Patak Banteng, atau via Kali Lembu.  Sebenarnya ada 8 jalur pendakian, tetapi yang dua tidak dibuka untuk umum agar ekosistem tetap terjaga dengan baik.

Dan saya memilih mendaki melalui jalur Patak Banteng, karena jalur ini katanya yang paling cepat dan mudah. Cepat membuat nafas ngos-ngosan dan mudah bikin pingsan hee..

Jalur Pendakian Gunung Prau Dieng
Jalur Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng, Sumber : Instagram @mt.prau

Menjelang pukul 1 dini hari suasana di basecamp Patak Banteng semakin penuh dan sesak, mungkin karena ini malam minggu, tepatnya ini sudah masuk hari minggu.

Embun dingin mulai menyelimuti, wedang jahe panas pun tak terasa cukup untuk membuat hangat badan. Kami mencoba untuk tidur terlebih dahulu di dalam basecamp yang sudah penuh sesak.

Patak Banteng Dieng
Tempat Parkir di Basecamp Patak Banteng, Sumber : Dok Pribadi

Pendakian Gunung Prau
Melawan Beku, Dok Pribadi
Patak-banteng-wonosobo
Uyel-uyelan Mencari Kehangatan di Basecamp Patak Banteng, Sumber : Dok Pribadi

Ternyata Dataran Tinggi Dieng lagi di puncak hawa dinginnya! Meski belum dingin banget kata ibu penjual wedang di basecampe Patak Banteng.

Mangke nek wulan agustus enten bun upas Mas.. uatise luweh-luweh soko niki !

( Nanti kalau bulan agustus ada bun upas ; ‘embun beku‘ Mas.. lebih dingin lagi dari sekarang! )

Sunrise Camp

Pukul 02.00 Wib kami mulai menapak, butuh usaha extra keras untuk bisa sampai di Pos 1 Sikut Dewo. Hawa dingin menambah berat paru ini untuk memompa nafas, dada terasa sesak tertekan, dari otot betis sampai paha mulai terasa pegal. Sebenarnya untuk jarak tempuh dari basecamp hingga sampai Pos 1 tidak terlalu jauh, tapi karena jalurnya berupa tanjakan jadi cepat bikin lelah.

Sepanjang track menuju POS 1 panoramanya begitu indah, dari Sikut Dewo sejenak kamu bisa menyaksikan betapa indahnya kabut menyelimuti desa-desa dengan kerlap-kerlip lampunya yang apik.

Gunung-prau-patak-banteng
Puncak Gunung Prau, Photo by Instagram :  Mas Wihandono Yogo

Menapak ke POS 2 Canggal Walangan jalur bertambah berat, lebih menanjak, dan curam. Sepanjang track melewati perkebunan wortel, kubis, dan sayur-sayuran khas Dieng lainnya. Nah di dekat POS 2 ini ada warung kopi yang buka esok hari, pas track turun besok saya sempetin mampir disini.

Saran saya bawalah Tracking Pole untuk mempermudah saat mendaki.

Sholawat Tarhim sayup-sayup mulai terdengar, menandakan sebentar lagi waktu Subuh. Menuju POS 3 Cacingan, track kali ini menelusuri gelapnya hutan pinus. Senter atau penerang lainnya sangat membantu di track ini, karena sangat gelap dan banyak akar pohon besar yang menjalar.

Jalur-patak-banteng-gunung-prau
Track Menuju POS 3 Cacingan, Dok Pribadi

Dan setelah hampir 3 jam merangkak akhirnya sampai di Puncak Prau. Sesuai duga’an saya kalau di Puncak bakal penuh ramai banget. Tapi overall sangat memuaskan banget sampai di puncak.

gunung prau
Sunrise Camp, Dok Pribadi
preview
Yang di Nanti-nanti mulai nongol, Dok Pribadi
puncak-prau-dieng-jateng
Mimpi yang Terwujud, Dok Pribadi
gunung-prau-wonosobo.jpg
Setinggi apa pun kita mendaki, AYo Turun !!, Dok Pribadi

Buat saya, mendaki Gunung Prau adalah sebuah impian yang sudah di nanti lama sekali, dan ketika ini terwujud, rasanya surreal banget !

Terima Kasih sudah membaca, salam kenal semoga kita bisa bertemu di Puncak !

 

Tabik !

 

 

 

Harapan Untuk 2017

Harapan Untuk 2017

Sekarang udah 2017, makin tua aja neh hee.. well, katanya Age just a number. Ada benarnya juga. Maksudnya, nggak perlu terlalu dipikirin udah umur berapa, tapi lebih penting sudah mengisi umur dengan apa saja. Setidaknya begitu buat saya.

Lalu saya sudah mengisi umur dengan apa saja? Macam-macam. Melihat ke tahun 2016 yang baru saja berlalu, memang seru banget. Dan sekarang saatnya menuliskan apa saja yang ingin saya isikan di tahun 2017. Sebab katanya menuliskan keinginan adalah langkah awal untuk mewujudkannya. Semoga!

#1. Saya sangat bersyukur, tahun 2016 telah membawa saya ke berbagai tempat yang indah dan menakjubkan. Mudah-mudahan tahun 2017 ini saya bisa sampai ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi di Nusantara, terutama Bromo !!

cemoro-lawang

#2. One day one juz. Bismillah bisa.. pasti bisa ! Ngerasa udah setengah baya, saatnya berbenah mengumpulkan amalan-amalan untuk masa depan yang abadi.

#3. Tengah Tahun 2017 adalah hal yang sangat spesial. Perkiraan dokter arif sekitar awal Juli si kecil lahir. Buat saya cowok atau cewek gak masalah, yang penting sehat bunda & dedek bayi’nya, lucu, gemesin, n membawa kebahagian seperti kak Rara..amin.

my-fam

Buat nyambut si kecil bakal banyak banget to do list-nya. Kalo masalah ini biar emak’nya Si Rara aja yang handle 🙂

#4. Ingin Lebih Teratur & Konsisten Olah Raga. Terutama ngecilin perut hee. 2017 pengen mencoba olah raga baru selain futsal, mungkin Badminton yang paling memungkinkan.

#5. Menambah luas lahan. 2017 target nambah 1 hektar lagi untuk sawah ( meski sewa hee), mudah-mudahan Gusti Alloh maringi rejeki..amin.

#6. Beli Kamera Mirroless. Tahun ini dirasa memang sudah butuh banget kamera mirroless, terutama untuk ngeblog dan foto produk ogosbutik.com.

kamera-mirroless_

#7. Membesarkan Bisnis Ogos Boutique. Alhamdulillah ogosbutik.com sudah jalan 3 bulan. Januari ini masuk bulan ke 4. Harapan saya, 2017 bisa memberikan Omset yang luar biasa. Paling tidak bisa untung 10 juta per bulan..amin.

#8. Belajar Fb Ads. Saya berterima kasih sebesar-besarnya buat facebook karena 3 bulan terakhir ini 80% Omset saya datang dari Iklan Facebook. Awal tahun ini sudah daftar kelas bisnis untuk FB Ads mudah-mudahan Februari bisa fokus belajar & praktek.

#9. Tahun ini pengen 100% Wiraswasta. Mudah-mudahan Gusti Alloh memantapkan hati dan niat saya untuk 100% ber-wiraswasta, pagi hari ke sawah, siang ngurusin ogosbutik.com, n malemnya nulis blog.. ( indah banget rasanya hee..)

Begitulah. My wish list. What’s yours?

Sunset di Pura Luhur Uluwatu Bali

Sunset di Pura Luhur Uluwatu Bali

Senja di hari pertama saya di Bali adalah Pura Luhur Uluwatu. Banyak yang bilang Uluwatu adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat “Sunset“.

Saya pun sangat setuju dengan pendapat itu, faktanya Uluwatu memang memiliki pesona alam yang sangat menawan untuk menyaksikan matahari terbenam.

sunset di uluwatu bali

Tahun 2015 kemarin, saya dan semua rekan kerja sekantor melancong ke Bali. Senangnya liburan dengan kantor adalah semuanya serba “Gratis“, mulai dari tiket pesawat, hotel, restoran, hingga tiket berlayar dengan Kapal Pesiar ke Nusa Penida.

Salah satu tempat yang saya kunjungi di Bali adalah Pura Luhur Uluwatu. Tempat ibadah umat Hindu di Bali ini terletak di atas anjungan batu karang yang tinggi dan terjal serta menjorok ke laut.

Tepatnya, pura suci ini terletak di Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung – Bali.

Pura Luhur Uluwatu Bali
Pura Uluwatu tampak dari atas via Skypixel.org

Desa Pecatu memiliki pesona alam yang luar biasa indah. Pesonanya bahkan mampu menarik para selebritis menggelar pernikahan di desa wisata Pecatu ini, Wedding Veneu disini keren banget.

the-edge-wedding-veneu-uluwatu
Wedding Veneu The Edge via Weddingdestinations.com

Selain wedding veneu yang keren, disini juga berdiri hotel-hotel berbintang, sebut saja hotel berkelas seperti Bulgari Hotel & Resort, Alila Vilas Uluwatu, The Istana, The Khayangan Estate dan masih banyak lagi.

Pura Luhur Uluwatu Bali

Buat saya pulau Bali itu penuh dengan mitos dan keajaiban, tak terkecuali dengan Pura Luhur Uluwatu ini.

Di Pura ini terdapat bak air yang tak pernah kering, airnya selalu terisi meski di musim kemarau. Oleh masyarakat setempat air ini di anggap suci dan keramat serta di gunakan untuk Tirta Suci ( Untuk ibadah).

Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu Bali
Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu Bali via uluwatukecakdance.com

Senja di hari pertama saya di Bali sungguh indah, langit menyala penuh warna menginspirasi kami semua untuk segera mengambil kamera. Semua mata tertuju ke lepas laut, menyaksikan betapa dramatisnya matahari tenggelam di ujung samudra.

Sunset di Uluwatu memang terasa begitu eksotis. Tari Kecak, seni tari tradisional Bali ini dimainkan menjelang senja, menemani saya dan lainnya menyaksikan Golden Sunset yang menawan.

Terima kasih Bali.. Terima kasih Uluwatu..

*Salam

Melongok Curug Lawe Petungkriyono yang Lagi Ngetrend

Melongok Curug Lawe Petungkriyono yang Lagi Ngetrend

Saya harus jujur berkata bahwa Negeri di Atas Awan Petungkriyono memang selalu menggoda dengan bentang alamnya. Petungkriyono seolah tak berhenti menebar pesona, kali ini ada tempat wisata baru yang lagi menjadi tren di Pekalongan, Wisata Curug Lawe.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Kemarin saya melancong ke Petungkriyono bersama istri, kebetulan dan mungkin ini memang anugerah dari Tuhan, kami memiliki hobi yang sama “Jalan-jalan“.

Setelah liburan di Jogja yang seru di akhir Agustus, September adalah bulan untuk Pacitan. Namun ternyata September terlalu sibuk dengan hujan dan longsor, kami urung kesana padahal sudah di canang jauh-jauh bulan.

Untuk mengobati hati si kecil Rara yang urung ke Pacitan, dia diajak jalan-jalan sama eyang’nya. Spontan, saya dan istri langsung kepikiran “PETUNG..!!“.

Tuhan memang begitu baik kepada kami. Pertama, sudah ada yang momongin si kecil Rara. Kedua, hari itu begitu cerah, pas banget untuk mengexplore Negeri di Atas Awan Petungkriyono.

Kebetulannya lagi, si tante Bela baru saja beli  Action CameraXiaomi Yi“, yang super keren banget fungsi dan hasil jepretannya.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan
Jembatan Panjang, Karanganyar – Pekalongan

Pertama kali pake Xiaomi Yi ini hati saya langsung berbisik “Ayo beli..gak mahal kok di bukalapak masih promo!!” bener juga kemarin di Semarang harga 1 paket 1,6 juta kata si tante, lihat di bukalapak cuma 500 ribu’an.

Beruntung otak saya langsung ngerem “Jangan..masih banyak yang lebih penting !!

Menikmati Keperawanan Hutan Sokokembang

Jarak dari rumah ke Petungkriyono  sekitar 1 jam perjalanan dengan sepeda motor. Dan memang jalan-jalan ke Petungkriyono lebih enak naik motor ketimbang mobil.. (ini pendapat saya pribadi).

Segarnya udara gunung dan menikmati “keperawanan” hutan Sokokembang yang eksotis lebih terasa di jiwa dengan naik motor.

Hutan Petungkriyono Pekalongan

Di hutan Sokokembang ini saya bisa melihat kehidupan alam liarnya yang menakjubkan, memotret habitat Owa Jawa, dan menikmati bentang alamnya yang indah.

Wisata Petungkriyono Pekalongan

Hutan Sokokembang Petungkriyono

Waktu yang pas menikmati ke’elok’kan hutan Sokokembang ini antara jam 6 pagi sampai jam 10 siang. Karena apa? Habitat Owa jawa dan primata kera lainnya aktif di jam-jam tersebut. Jadi bawa kamera dan teropong’mu jika hendak kesini.

Keindahan perjalanan ke Petungkriyono sudah pernah saya tulis disini dan juga ini. Jadi sekarang langsung lanjut saja ke Curug Lawe.

Gardu Pandang Curug Lawe

Saat pulang dari Dieng Culture Festival kemarin (saya lewat jalur Wanayasa – Petungkriyono), saya baru melihat langsung kalau Curug Lawe bener-bener sedang tren di Pekalongan. Dari pintu masuk nampak tempat parkirnya sesak dengan ratusan kendaraan.

Beruntung saat saya dan istri tiba belum terlalu rame, hanya beberapa pengunjung yang sudah datang.

Lokasi Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Lokasinya sangat mudah ditemukan, karena terletak di pinggir jalan satu-satunya menuju Petungkriyono, tepatnya di Desa Kasimpar.

Tiket masuknya murah banget, cuma Rp. 3.000,- / orang di tambah Rp.2.000,- untuk parkir. Jadi dengan uang 8 ribu sudah bisa menikmati keindah Curug Lawe yang eksotis.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Pertama masuk kami di sambut hutan pinus yang sejuk, suasananya mirip seperti hutan pinus di Jogja dan Magelang yang lagi ngehits. Dekat pintu masuk, penduduk lokal diperdayakan dengan warung-warung yang menjaja aneka makanan.

Yang terasa spesial buat saya adalah “Teh Petung“. Aroma teh disini lebih wangi, beda dengan teh yang biasa saya sesap. Cita rasa Teh Petung hampir mirip dengan Teh Pagilaran yang legendaris.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

 “Bu..ini jalan sampai ke Curug Lawe’nya masih jauh?”

“Sekitar 1 jam mas..tapi kalau ke Gardu Pandangnya deket cuma 100 meter” begitu tutur ibu pemilik warung yang sangat ramah.

Kening istri saya langsung ngerenyut, saya paham apa yang ada di pikirannya. Jalan kaki selama 1 jam dengan medan naik turun jalan setapak.

Lantas saya dan istri bersepakat hanya akan sampai ke Gardu Pandangnya saja, toh pasti pemandangannya juga bakal memuaskan.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Jalan setapak menuju gardu pandang 1 arah ke Curug Muncar, sepanjang jalan kami melewati hutan pinus dengan landskap beberapa air terjun yang indah. Di hutan pinus ter sebut juga ada wahana hammock, kamu bisa bersantai sejenak disitu sambil menikmati segarnya udara Petungkriyono.

Sekitar kurang lebih 15 menit menuruni jalan setapak, saya dan istri sampai di gardu pandang yang kami tuju. Saya dibuat cengang dengan keindahan alam yang nampak dari gardu pandang ini.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Ada 3 gardu pandang yang layak kamu coba jika melancong kesini, ketinggiannya lumayan bikin merinding. Soal panoramanya indah banget !

Keindahan alam Petungkriyono memang tak ada dua’nya, bentang alamnya selalu membuat rindu. Dan saya masih penasaran dengan Curug Lawe’nya.

Jadi, kapan kamu kesini??

*Salam

Waroeng Kopi Jong, Penyaji Kopi Nikmat di Pekalongan

Waroeng Kopi Jong, Penyaji Kopi Nikmat di Pekalongan

Waroeng Kopi Jong terletak di antara Perkampungan Arab dan Komplek Pecinan di Kota Pekalongan.

Namun ini bukan satu-satunya yang unik dan menarik dari kedai kopi yang satu ini. Ada hal lain yang perlu kamu ketahui dari kedai kopi yang beralamat di Jl Semarang no.05 Kota Pekalongan ini.

Waroeng Kopi Jong Pekalongan
Waroeng Kopi Jong Pekalongan

Ngopi di Waroeng Kopi Jong bukan sekedar mendapatkan kenikmatan saat menyesap secangkir kopi saja, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang kopi yang lengkap.

Sebelum saya bercerita tentang hal lain yang menarik disini, saya akan sedikit memberikan review tentang kedai kopi ini dulu.

Interiornya Artistik dan Homy

Waroeng Kopi Jong ini saya kunjungi ketika akan menonton pertandingan bola Manchester United bersua juara bertahan Leichester. Saya bersama sahabat saya Hary, dia pecinta kopi dan tau banyak bab kopi.

Saat saya masuk, saya terkesan dengan penataan interiornya, artistik dan homy banget. Rumah bergaya Belanda ini di sulap menjadi kedai kopi yang nyaman untuk menikmati kopi bareng sahabat.

Saya memilih di teras, menikmati taman kecil dan merasakan hangatnya Kota Pekalongan yang masih sibuk saat malam hari.

Kedai Kopi

Di bagian dalam, interiornya lebih artistik. Pencahayaanya pas, tidak terlalu remang seperti kedai kopi pada umumnya. Setiap sudut ruangnya dipenuhi lukisan dinding yang artsy, sangat cocok untuk penggemar fotografi.

java coffee

Bagaimana Soal Harga & Rasa Kopi’nya

Biji kopi yang dipakai di Waroeng Kopi Jong bukan sembarangan, nanti di bawah saya ceritakan lebih detail tentang biji kopinya dan proses roastingnya yang menarik.

Saya memesan Coffee Latte, kopi dengan campuran susu, ini kopi favorit saya. Ketika pertama menyesap, ada gelegak rasa yang khas. Biji kopi dan susu-nya bertaut pas !

Kopi Latte

Wangi kopinya sangat kuat, saat pertama menyentuh lidah busa susunya terasa lembut dan sedikit legit. Lambat laun menyeruak dari balik lembut susunya ada rasa asam dan pahit yang menyerbu. Betul-betul Coffe Latte yang sempurna..

Untuk harga kopinya kisaran 15 – 25 ribu rupiah, harga yang cukup pas untuk secangkir kopi yang nikmat dan berkualitas. Di kedai ini juga tersedia aneka kudapan yang lezat dengan harga yang hampir sama dengan harga kopinya.

Ini yang Cuma ada di Waroeng Kopi Jong

Ada yang beda di kedai kopi ini. Selain sebagai tempat menyesap kopi yang enak, kedai kopi ini juga sebagai Roastery, tempat menyangrai bijih kopi yang masih hijau (green bean) menjadi biji kopi yang siap dinikmati.

Proses penyangraiannya ini lah yang unik dan menarik, di Pekalongan saat ini cuma ada di Waroeng Kopi Jong.

Kedai Kopi di Pekalongan

Disini saya berkenalan dengan Mas Imam Sodiqin, Roaster Waroeng Kopi Jong. Dan ternyata untuk menjadi seorang Roaster itu harus punya Lisensi dulu loh gak sembarangan.

Dari Mas Imam ini lah saya mendapat banyak pengetahuan tentang kopi, kami mengobrol cukup lama. Saya jadi paham bagaimana proses perjalanan panjang kopi sebelum menjadi secangkir kopi yang nikmat.

Mas Imam ini orangnya ramah banget. Setiap saya bertanya, dia dengan sabar dan runut menjelaskan, meski dia sedang sibuk dengan mesin Roaster’nya.

Kedai Kopi di Pekalongan
Kedai Kopi di Pekalongan

Green bean atau biji kopi di Waroeng Kopi Jong di datangkan dari beberapa perkebunan kopi di Indonesia, termasuk dari perkebunan kopi lokal di daereah Petungkriyono Kabupaten Pekalongan.

“Wah saya baru tau loh mas kalo di Pekalongan ada perkebunan kopi..”

“iya ada di Petungkriyono, kita juga melakukan edukasi kepada petani-petani kopi disana..??” –Jawab Mas Imam sambil nunjukin kantong-kantong biji kopi yang baru datang.

Dari perkebunan kopi, biji kopi yang sudah di panen di kirim terlebih dahulu ke Surabaya untuk dilakukan proses pemilahan biji kopi. Nah biji kopi yang terbaik lah yang di kirim kembali ke Waroeng Kopi Jong ini.

“Disini gak bisa melakukan proses pemilahannya Mas..??

“Belum.. kita belum bisa karena belum punya alatnya. Dan disana juga sudah ada ahli-ahlinya yang khusus Shorting.”

“ini biji kopinya dari mana saja Mas..?!”

“Macem-macem.. yang ini dari Toraja ( Sambil nunjuk kantong gede disebelahnya). Yang itu Sunda, Flores, Sumatra..banyak tergantung permintaan dari Coffee Shop”

“Ooh.. Jadi ini di jual di Coffee Shop gitu..??”

“Iya, banyakan ke Jakarta sama Bandung.. tapi di sekitar Pekalongan juga banyak, ada 4 Coffee Shop kalau gak salah. Tegal trus beberap kota lain juga..”

Cafe di Kota Pekalongan
Proses Roasting

Untuk menyangrai biji kopi (green bean) biasanya di butuhkan waktu antara 10 – 30 menit dan dengan suhu antara 170 – 210° Celcius, tergantung dengan karekteristik kopi apa yang ingin di hasilkan.

Ada tiga tingkat penyangraian biji kopi, yaitu Light, Medium, dan Dark. Semakin lama biji kopi disangrai maka semakin hitam dan pahit rasanya.

Biji Kopi
Light Roast, Gesha Sunda

Setelah disangrai dengan waktu dan suhu tertentu, proses selanjutnya biji kopi tersebut di dinginkan terlebih dahalu sebelum nantinya di kemas.

Biji kopi yang pecah atau rusak di pisah, butuh ketelitian dan kecermatan disini. Namun kata mas imam kalau pun ada yang rusak jumlahnya sedikit, karena yang di roasting benar-benar biji yang berkualitas.

Kopi Petungkriyono Pekalongan
Proses pendinginan biji kopi
kuliner pekalongan
Proses Pengemasan

Disini kamu juga bisa membeli kopi olahan khas Waroeng Kopi Jong, harganya berkisar antara 110 ribu sampai 400 ribu untuk per kilo’nya.

Buat saya, menyesap kopi di Waroeng Kopi Jong adalah sebuah kepuasan yang tak ternilai. Rasa kopinya enak, tempatnya nyaman, dan yang terpenting saya bersyukur bisa mendapat pengetahuan yang lengkap tentang kopi disini.

Terima kasih buat Mas Imam Sodiqin.. terima kasih juga buat kamu yang sudah membaca artikel ini sampai akhir.

Yang mau ngajak Ngopi monggo tuliskan di komentar ya..

Salam !

 

 

 

Review The Victoria Hotel Yogyakarta

Review The Victoria Hotel Yogyakarta

Akhir Agustus kemarin, saya ada acara Family Gathering kantor tempat saya bekerja. Acara tersebut sekalian wisata untuk seluruh karyawan dan keluarga di Yogyakarta, istri dan anak saya ikut untuk pertama kalinya.

Saya dan istri memilih untuk berangkat ke Yogyakarta 1 hari sebelumnya, kami ingin menikmati Jogja lebih lama. Dan kami menginap di Hotel Yellow Star Ambarrukmo yang lokasinya sangat dekat dengan hotel victoria ini. Saya menuliskan pengalaman menginap di Yellow Star Hotel Ambarrukmo disini.

Hotel Victoria dekat Malioboro

Family  Gathering bertempat di Hotel Victoria Yogyakarta, hotel bintang 3 dengan kenyamanan super mantap.

Hotel Victoria Yogyakarta ini sangat mudah untuk di jangkau, jika kamu dari bandara Adi Sucipto, hotel ini hanya berjarak 10 menit dari bandara. Dan ada Airport Shuttle Service ‘nya selama 24 jam.

Dari  Malioboro pun terhitung dekat, hanya berjarak sekitar 4 km.

Hotel dekat bandara

Suasana cerah dan modern sangat terasa saat memasuki lobi Hotel Victoria ini. Pemilihan warna dasar putih membuat setiap detail dan aksen berwarna terlihat semakin menonjol. Warna merah pada dinding dan sofa membuat ruang lobi ini terasa lebih hangat dan nyaman.

hotel-victoria-lobi

Untungnya saya tidak perlu repot-repot mengurus check in hotel, semua sudah ditangani panitia gathering. Tinggal duduk dan santai sejenak di waiting room.

Hotel Murah di Jogja
Lorong Hotel

Di bagian lorong hotel di tata dengan artistik, karpet motif dengan dominan warna merah dan hitam membuat kesan yang  mewah nan artsy.

Hotel Victoria Jogja dekata bandara

Hotel Bintang 3 Yogyakarta

Saya mendapat kamar di lantai 1 paling ujung, kamarnya luas dan nyaman. Aksen cokelat dan elemen furniture vintage mendominasi kamar yang kami tempati, terkesan kuno namun modern.

Kasurnya empuk, kamar mandinya sangat bersih, dan refreshment pun lengkap di kulkas.

Hotel di yogyakarta

Malam harinya, saya dan istri menyempatkan jalan-jalan di sekitaran Hotel Victoria Yogyakarta ini. Salah satu sudut hotel yang instagrammable banget adalah di tempat kolam renangnya yang romantis.

Hotel di Jogja

Hotel di Jogja dekat bandara

Di sebelah lobi hotel terdapat Victoria Coffe yang menyuguhkan menu-menu spesial untuk pecinta kopi. Para tamu kebanyakan menghabiskan waktu santai mereka disini, tersedia juga smooking area untuk perokok.

Hotel di Yogyakarta

Di pagi hari kami menikmati sarapan sambil bersantai di tepi kolam renang dengan pemandangannya yang indah.

Hotel Murah di Jogja

Soal menu sarapannya, Hotel Victoria menyajikan menu yang variatif dan juga rasanya yang sangat pas di lidah.. Uenak banget.

Hotel Victoria Yogyakarta memberikan fasilitas Free Breakfast. Setiap kamar mendapat jatah sarapan gratis untuk 2 orang, dan untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun gratis. Sedangkan untuk anak usia di atas 5 tahun kena tambahan biaya 40 ribu.

Hotel Victoria Yogyakarta

Hotel di Yogyakarta

Hotel dekat prambanan

Lokasi hotel victoria ini sangat strategis, mau kemana aja dekat. Asyiknya lagi, hotel ini sangat dekat dengan Plaza Ambarrukmo. Hanya berjarak 5 menit berjalan kaki.

Buat saya, menginap di Hotel Victoria Yogyakarta adalah sebuah kesempurnaan. Lokasinya yang sangat strategis, dekat dengan berbagai destinasi wisata di Jogja, dan hotel ini sangat nyaman banget.

Salam !

Hotel Victoria Yogyakarta

Jl. Adi Sucipto Km.5 Sleman, Yogyakarta

+62 274 4533838

Sumber foto : Pribadi dan Instagram Hotel Victoria Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

Liburan Santai di Yellow Star Ambarukmo

Liburan Santai di Yellow Star Ambarukmo

Yogyakarta, entah kenapa saya tergila-gila padanya.

Jogja bak gadis jelita dengan pesona yang mengesankan, dia juga penggoda ulung yang pandai memikat hati siapa saja yang datang berkunjung.

Terakhir ke Jogja 3 bulan yang lalu, tapi Jogja sudah membuat hati berkecamuk rindu.

Lantas saya mengajak istri ke Jogja, jalan-jalan santai dan menikmati akhir pekan bersama. Saya memilihkan istri hotel Yellow Star Ambarrukmo, dekat dengan Plaza Ambarrukmo Yogyakarta.

Yellow Star Ambarukmo Hotel di Jogja

Hotel ini tergolong masih anyar, karena baru di bangun tahun 2015 kemarin. Alamatnya di Jl Laksda Adi Sucipto No.23 Ambarukmo Yogyakarta. Sekitar 3,47 Km dari bandara, dan 4 km dari Malioboro.

Khawatir tidak mendapatkan kamar, saya langsung booking melalui situs Traveloka, prosesnya sangat mudah dan cepat.

Tiba di hotel senyum ramah petugas valet menyambut dengan hangat, kesan pertama yang memuaskan dari Hotel Yellow Star. Tak perlu repot memarkir mobil, saya langsung ke lobi untuk mengurus check in hotel.

Proses check in pun sangat cepat, saya hanya menunjukan voucher traveloka dan ktp.

Yellow Star Ambarukmo

Yellow star ambarrukmo memiliki 9 lantai dengan 70 kamar, memilih tema dengan gaya minimalis yaitu memadukan unsur estetika dan kesederhanaan dalam menata ruangnya.

Saya dapat kamar di lantai 4 dengan tatanan ruang yang simpel dan tidak banyak perabot, namun menampilkan efek dekorasi yang maksimal. Si Rara langsung kegirangan lompat-lompat di kasur, setelah itu dia asyik dengan channel film kartunnya.

Kamarnya terasa begitu nyaman, saluran tv kabelnya komplit dan free wifi di seluruh bagian hotel. AC dan kamar mandinya pun oke.. Sayangnya jendela kamar tidak bisa melihat keluar, kurang asyik.

Naik ke lantai 9, ada Rooftop Bar yang super keren. Inilah salah satu keunggulan menginap di Hotel Yellow Star Ambarrukmo, bisa menikmati makan malam yang super romantis.

Rooftop Yellow Star Ambarrukmo

Rooftop disini buka hingga jam 11 malam, kalau malam minggu sampe jam 12 malam. Ada Live Musiknya juga..keren.

Pagi hari kami menikmati sarapan di hotel. Naah ini juga sedikit kekurangan dari hotel ini menurut saya, menu sarapannya kurang variatif. Namun untuk soal rasa sih sudah oke.. pas di lidah.

Hotel di Yogyakarta

Saat makan kita bisa sambil menikmati karya seni, karena hotel ini mendesain ruangnya menyerupai galeri seni. Ada banyak lukisan dan sepeda ontel tua yang memperindah ruang di hotel ini.

yellow-star-hotel-resto

Setelah sarapan kita jalan-jalan ke Prambanan, lalu ke Goa Pindul dan malemnya nyobain Victoria Hotel disini.

Beberapa foto milik sendiri, dan sebagian saya ambil dari sini.

Buat kamu yang punya pengalaman menginap di Yellow Star Ambarrukmo ato hotel lain di jogja sila berbagi di kolom komentar ya 🙂

 

 

 

Catatan Dieng Culture Festival 2016 #2

Catatan Dieng Culture Festival 2016 #2

Jam di Smartphone saya menunjuk angka 00.49, namun riuh penonton masih saja ramai meski gelaran jazz atas awan sudah rampung. Lampion-lampion pun masih terus membubung, seakan tak rela jika malam yang indah ini akan segera berakhir.

Panta, teman berjalan saya berkata ” Ayo lekas ke Homestay, esok subuh kita naik ke Skoter !! “.

Saya kembali membuka smartphone, benar esok Agenda Dieng Culture Festival adalah Menyaksikan Sunrise di Bukit Skoter lalu di lanjut Kirab Budaya dan Jamasan Rambut Anak Gembel.

Bukit Skoter

Homestay kami terletak tidak jauh dari kawasan candi arjuna, tempat di gelarnya jazz atas awan dan seribu lampion. Dalam hitungan menit saya sudah sampai di homestay dengan berjalan kaki.

Hawa dingin semakin menusuk.. meski sudah di dalam homestay dan berbalut selimut tebal rangkap dua namun belum cukup melawan dinginnya malam di dataran tinggi dieng ini.

Mungkin suhu di dieng tidak lagi 2 derajat, mungkin sudah minus entah berapa derajat..

Saat kabut subuh masih membalut desa dieng kulon, saya bergegas menaiki jalan setapak menuju Bukit Skoter. Bukit ini terletak di sebelah utara kawasan candi arjuna, ketinggiannya kira-kira 2200 mdpl.

wp-1472020586256.jpeg

Bukit Skoter adalah lukisan Tuhan yang begitu menakjubkan.. Saat menjelang subuh, selimut kabut terlihat jelas menutupi Desa Dieng Kulon yang masih tertidur lelap. Gunung Sindoro di kejauhan menambah indahnya Lanskap dari bukit ini.

Bagi penggemar fotografi, bukit skoter adalah surga. Tempat dimana para pelukis cahaya ini bisa menangkap panorama-panorama indah dari sini.

Bukit Scooter

Tak hanya Gunung Sindoro, jika cuaca cerah dan tak berkabut, bentangan laut utara jawa bisa dilihat dengan mata telanjang.

Selain itu, dari atas bukit ini kamu juga bisa melihat indahnya  Gunung Pangonan, Gunung Pakuwaja, Gunung Prau, Gunung Bisma, Gunung Sipandu, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, dan Candi Bima.

Selesai di bukit Skoter, lantas saya kembali ke homestay, sarapan lalu melihat arak-arakan budaya.

Kirab Budaya

Pagi di dieng jalanan sudah mulai rame dan udara di dieng pun masih tetap dingin. Di pinggiran jalan banyak penjual bubur, soto, mie ongklok, dan sate ayam yang berjejer, Dieng Culutere Festival membawa berkah dan rezeki tersendiri untuk para penjaja makanan itu.

Jalanan semakin sesak, saat rombongan kirab budaya mulai melintas di jalan utama dieng.

Gelar budaya dieng

Kirab budaya merupakan prosesi yang harus dilakukan sebelum mencukur anak berambut gembel. Arak-arakan budaya ini dimulai dari rumah tetua adat, lalu berkeliling kampung dan berakhir di candi arjuna.

Arjuna DCF2016

Iring-iringan budaya ini berlangsung hampir satu jam, diikuti oleh beberapa rombongan kesenian yang merepresentasikan budaya jawa yang Adiluhung . Musik dan tarian tradisional membuat acara ini semakin semarak.

Gelar Budaya Dieng Culture Festival

Jamasan Rambut Gembel

Tiba di komplek Candi Arjuna sudah sesak, ribuan wisatawan memenuhi pelataran candi arjuna tempat di gelarnya acara puncak yaitu pemotongan rambut gembel.

Prosesi Pemotongan Rambut Gembel di Dieng Culture Festival

Mungkin tahun depan saya harus datang lebih awal lagi, ketika sudah sesak begini, rasanya malas untuk merangsek ke depan. Menyaksikan dari jauh pun kurang memuaskan.

Tetapi buat saya, Dieng Culture Festival 2016 ini memberikan rasa dan pengalaman tersendiri yang mungkin tak kan terlupakan. Keindahan alamnya.. Hawa dinginnya.. Budayanya.. Pertunjukan Jazz & Lampionnya.. Sungguh Luar Biasa !!

Bagaimana dengan pengalaman kamu di DCF 2016?? Tulis di kolom komentar ya :}

 

Catatan Dieng Culture Festival 2016

Catatan Dieng Culture Festival 2016

Pesona alam dataran tinggi dieng memang begitu indah.. butuh sejuta kata untuk melukiskannya. Dan catatan ini adalah bagian terkecil dari keindahannya.

Tanggal 6 – 7 Agustus kemarin, saya beruntung bisa menyaksikan Dieng Culture Festival 2016 yang di selenggarakan di Dieng.  Meski sebetulnya acara gelar budaya ini sudah di mulai sejak tanggal 5 agustus 2016.

DCF2016

Dieng Culture Festival merupakan acara rutin tahunan, dan tahun 2016 ini merupakan tahun ke – 7 (tujuh) di gelarnya festival budaya ini. Tahun ini mengusung tema “The Soul of Culture“.

Festival budaya di dieng ini menyuguhkan kearifan budaya lokal yang dipadukan dengan gagasan sadar wisata sehingga menjadi gelaran budaya yang mampu menyuguhkan berbagai tontonan yang apik.

Dieng Culture Festival

Adanya perpaduan antara seni tradisi, budaya, dan musik modern membuat festival ini lebih berkelas.

Tiket presale Dieng Culture Festival tahun 2016 ini di jual dengan harga 250 ribu rupiah yang bisa di beli secara online di situs dieng.id, sedangkan untuk pembelian on the spot di lokasi tiket dikenakan biaya 350 ribu rupiah.

Selama 3 hari gelar budaya ini banyak sekali rangkain acaranya,  mulai dari penampilan Cak Nun & Kyai Kanjeng, Festival Film, Pertunjukan Seni, Scooter Fun Trekking, Jazz Atas Awan, Lampion, hingga Ruwat Rambut Gembel.

Senandung Jazz Atas Awan

Buat saya pribadi, gelaran Jazz Atas Awan & Lampion lah yang paling istimewa. Acara ini di selenggarakan malam hari di Panggung Kailasa dengan titik suhu hingga 2° celcius. Dieng bener-bener dingin banget malem itu..

Gelaran Jazz Atas Awan sendiri merupakan gelaran ke-4 yang diselenggarakan di Dieng Culture Festival. Dan untuk tahun ini di selenggarakan 2x, tanggal 5 dan 6 agustus 2016.

Sampai sekarang pun saya masih terngiang-ngiang bagaimana @duniamanji (Anji) solois ternama dari jakarta ini melantunkan lagu-lagu melo dengan apiknya.

Duniamanji

Ooh tuhan..  Ku cinta dia..  Ku sayang dia..  Rindu dia..  Inginkan dia..
Utuhkanlah... Rasa cinta di hatiku.. Hanya padanya.. Untuk dia..

Merinding..!!

Saat semua penonton dibawa dengan kompaknya untuk menyanyikan lagu “Dia“. Lagu yang seakan menggiring kita semua untuk ikut merasakan betapa bahagianya saat kita menemukan kembali cinta yang telah hilang.

Saat menulis artikel ini, tak luput lagu “Dia” mengiringi. Seakan saya masih berada di tengah-tengah penonton jazz atas awan. Masih bernyanyi dengan ribuan penonton lainnya.. Ooh..jarak memang selalu membuat rindu..

Mus Mujiono

Selain Duniamanji beberapa musisi jazz ikut memeriahkan gelaran Jazz Atas Awan 2016 ini. Salah satunya yang tak asing lagi di dunia musik Jazz Indonesia yaitu Mus Mujiono (Nono) atau yang biasa di juluki George Benson‘nya Indonesia.

Seribu Lampion

Pagelaran Jazz atas awan ini semakin terasa romantis, saat ribuan lampion terbang membawa sejuta harapan peserta Dieng Culture Festival. Langit dieng menjadi panorama yang sangat indah malam itu.

Lampion

Ada 15 ribu letusan kembang api, ada ribuan lampion membumbung tinggi. Mereka beradu melukis langit negeri para dewa ini dengan sinar-sinarnya yang mempesona.

Gemuruh petasan sempat mengganggu penampilan Mus Mujiono, alangkah eloknya jika petasan ini di gelar di akhir acara. Namun romantisme dieng tetaplah yang terbaik, rugi jika kalian belum kesini.

Seribu Lampion

Malam seribu lampion ini  merupakan malam yang tak terlupakan keindahannya. Gak sabar nunggu festival ini tahun depan.

Hari pertama yang indah, terima kasih dieng.. terima kasih untuk semua panitia Dieng Culture Felstival 2016 untuk suguhannya yang mempesona.

Catatan Hari ke 2 di Dieng Culture Felstival 2016

%d blogger menyukai ini: