Kesampaian Juga ke Prau !

Kesampaian Juga ke Prau !

Saya tiba di Basecamp Patak Banteng sekitar pukul 23.45 wib, hening rembulan sedang terang-terangnya, namun tak mampu menghalau hawa dingin di lereng Gunung Prau yang mencapai 6 derajat celcius.

Semakin larut desir angin semakin dingin, sapuan tipis melewati wajah membuat bibir mulai meretak. Jari-jari tangan terasa beku dan kaku.

Gunung Prau Dieng
Gunung Sindoro & Sumbing dari Puncak Gunung Prau 2565 mdpl, Sumber : Instagram.com

Gunung Prau adalah mutiara bagi Dataran Tinggi Dieng, pesonanya mampu menarik ribuan wisatawan atau pendaki dari berbagai penjuru negeri.

Jika cuaca sedang cerah, ada 5 gunung yang bisa kamu lihat secara langsung. Di sebelah timur, ada Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Lawu. Jika kamu sejenak melihat ke arah barat, kamu bisa menatap Gunung Slamet yang gagah.

gunung-prau.jpg
Pemandangan Puncak Gunung Prau, Dok Pribadi

Jalur Pendakian   ke Puncak Gunung Prau

Ada 6 jalur pendakian untuk sampai ke puncak Gunung Prau, kamu bisa melalui jalur Wates, Dieng Wetan, Campurejo, Dieng Kulon (Dwarawati), Patak Banteng, atau via Kali Lembu.  Sebenarnya ada 8 jalur pendakian, tetapi yang dua tidak dibuka untuk umum agar ekosistem tetap terjaga dengan baik.

Dan saya memilih mendaki melalui jalur Patak Banteng, karena jalur ini katanya yang paling cepat dan mudah. Cepat membuat nafas ngos-ngosan dan mudah bikin pingsan hee..

Jalur Pendakian Gunung Prau Dieng
Jalur Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng, Sumber : Instagram @mt.prau

Menjelang pukul 1 dini hari suasana di basecamp Patak Banteng semakin penuh dan sesak, mungkin karena ini malam minggu, tepatnya ini sudah masuk hari minggu.

Embun dingin mulai menyelimuti, wedang jahe panas pun tak terasa cukup untuk membuat hangat badan. Kami mencoba untuk tidur terlebih dahulu di dalam basecamp yang sudah penuh sesak.

Patak Banteng Dieng
Tempat Parkir di Basecamp Patak Banteng, Sumber : Dok Pribadi

Pendakian Gunung Prau
Melawan Beku, Dok Pribadi
Patak-banteng-wonosobo
Uyel-uyelan Mencari Kehangatan di Basecamp Patak Banteng, Sumber : Dok Pribadi

Ternyata Dataran Tinggi Dieng lagi di puncak hawa dinginnya! Meski belum dingin banget kata ibu penjual wedang di basecampe Patak Banteng.

Mangke nek wulan agustus enten bun upas Mas.. uatise luweh-luweh soko niki !

( Nanti kalau bulan agustus ada bun upas ; ‘embun beku‘ Mas.. lebih dingin lagi dari sekarang! )

Sunrise Camp

Pukul 02.00 Wib kami mulai menapak, butuh usaha extra keras untuk bisa sampai di Pos 1 Sikut Dewo. Hawa dingin menambah berat paru ini untuk memompa nafas, dada terasa sesak tertekan, dari otot betis sampai paha mulai terasa pegal. Sebenarnya untuk jarak tempuh dari basecamp hingga sampai Pos 1 tidak terlalu jauh, tapi karena jalurnya berupa tanjakan jadi cepat bikin lelah.

Sepanjang track menuju POS 1 panoramanya begitu indah, dari Sikut Dewo sejenak kamu bisa menyaksikan betapa indahnya kabut menyelimuti desa-desa dengan kerlap-kerlip lampunya yang apik.

Gunung-prau-patak-banteng
Puncak Gunung Prau, Photo by Instagram :  Mas Wihandono Yogo

Menapak ke POS 2 Canggal Walangan jalur bertambah berat, lebih menanjak, dan curam. Sepanjang track melewati perkebunan wortel, kubis, dan sayur-sayuran khas Dieng lainnya. Nah di dekat POS 2 ini ada warung kopi yang buka esok hari, pas track turun besok saya sempetin mampir disini.

Saran saya bawalah Tracking Pole untuk mempermudah saat mendaki.

Sholawat Tarhim sayup-sayup mulai terdengar, menandakan sebentar lagi waktu Subuh. Menuju POS 3 Cacingan, track kali ini menelusuri gelapnya hutan pinus. Senter atau penerang lainnya sangat membantu di track ini, karena sangat gelap dan banyak akar pohon besar yang menjalar.

Jalur-patak-banteng-gunung-prau
Track Menuju POS 3 Cacingan, Dok Pribadi

Dan setelah hampir 3 jam merangkak akhirnya sampai di Puncak Prau. Sesuai duga’an saya kalau di Puncak bakal penuh ramai banget. Tapi overall sangat memuaskan banget sampai di puncak.

gunung prau
Sunrise Camp, Dok Pribadi
preview
Yang di Nanti-nanti mulai nongol, Dok Pribadi
puncak-prau-dieng-jateng
Mimpi yang Terwujud, Dok Pribadi
gunung-prau-wonosobo.jpg
Setinggi apa pun kita mendaki, AYo Turun !!, Dok Pribadi

Buat saya, mendaki Gunung Prau adalah sebuah impian yang sudah di nanti lama sekali, dan ketika ini terwujud, rasanya surreal banget !

Terima Kasih sudah membaca, salam kenal semoga kita bisa bertemu di Puncak !

 

Tabik !

 

 

 

Catatan Dieng Culture Festival 2016 #2

Catatan Dieng Culture Festival 2016 #2

Jam di Smartphone saya menunjuk angka 00.49, namun riuh penonton masih saja ramai meski gelaran jazz atas awan sudah rampung. Lampion-lampion pun masih terus membubung, seakan tak rela jika malam yang indah ini akan segera berakhir.

Panta, teman berjalan saya berkata ” Ayo lekas ke Homestay, esok subuh kita naik ke Skoter !! “.

Saya kembali membuka smartphone, benar esok Agenda Dieng Culture Festival adalah Menyaksikan Sunrise di Bukit Skoter lalu di lanjut Kirab Budaya dan Jamasan Rambut Anak Gembel.

Bukit Skoter

Homestay kami terletak tidak jauh dari kawasan candi arjuna, tempat di gelarnya jazz atas awan dan seribu lampion. Dalam hitungan menit saya sudah sampai di homestay dengan berjalan kaki.

Hawa dingin semakin menusuk.. meski sudah di dalam homestay dan berbalut selimut tebal rangkap dua namun belum cukup melawan dinginnya malam di dataran tinggi dieng ini.

Mungkin suhu di dieng tidak lagi 2 derajat, mungkin sudah minus entah berapa derajat..

Saat kabut subuh masih membalut desa dieng kulon, saya bergegas menaiki jalan setapak menuju Bukit Skoter. Bukit ini terletak di sebelah utara kawasan candi arjuna, ketinggiannya kira-kira 2200 mdpl.

wp-1472020586256.jpeg

Bukit Skoter adalah lukisan Tuhan yang begitu menakjubkan.. Saat menjelang subuh, selimut kabut terlihat jelas menutupi Desa Dieng Kulon yang masih tertidur lelap. Gunung Sindoro di kejauhan menambah indahnya Lanskap dari bukit ini.

Bagi penggemar fotografi, bukit skoter adalah surga. Tempat dimana para pelukis cahaya ini bisa menangkap panorama-panorama indah dari sini.

Bukit Scooter

Tak hanya Gunung Sindoro, jika cuaca cerah dan tak berkabut, bentangan laut utara jawa bisa dilihat dengan mata telanjang.

Selain itu, dari atas bukit ini kamu juga bisa melihat indahnya  Gunung Pangonan, Gunung Pakuwaja, Gunung Prau, Gunung Bisma, Gunung Sipandu, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, dan Candi Bima.

Selesai di bukit Skoter, lantas saya kembali ke homestay, sarapan lalu melihat arak-arakan budaya.

Kirab Budaya

Pagi di dieng jalanan sudah mulai rame dan udara di dieng pun masih tetap dingin. Di pinggiran jalan banyak penjual bubur, soto, mie ongklok, dan sate ayam yang berjejer, Dieng Culutere Festival membawa berkah dan rezeki tersendiri untuk para penjaja makanan itu.

Jalanan semakin sesak, saat rombongan kirab budaya mulai melintas di jalan utama dieng.

Gelar budaya dieng

Kirab budaya merupakan prosesi yang harus dilakukan sebelum mencukur anak berambut gembel. Arak-arakan budaya ini dimulai dari rumah tetua adat, lalu berkeliling kampung dan berakhir di candi arjuna.

Arjuna DCF2016

Iring-iringan budaya ini berlangsung hampir satu jam, diikuti oleh beberapa rombongan kesenian yang merepresentasikan budaya jawa yang Adiluhung . Musik dan tarian tradisional membuat acara ini semakin semarak.

Gelar Budaya Dieng Culture Festival

Jamasan Rambut Gembel

Tiba di komplek Candi Arjuna sudah sesak, ribuan wisatawan memenuhi pelataran candi arjuna tempat di gelarnya acara puncak yaitu pemotongan rambut gembel.

Prosesi Pemotongan Rambut Gembel di Dieng Culture Festival

Mungkin tahun depan saya harus datang lebih awal lagi, ketika sudah sesak begini, rasanya malas untuk merangsek ke depan. Menyaksikan dari jauh pun kurang memuaskan.

Tetapi buat saya, Dieng Culture Festival 2016 ini memberikan rasa dan pengalaman tersendiri yang mungkin tak kan terlupakan. Keindahan alamnya.. Hawa dinginnya.. Budayanya.. Pertunjukan Jazz & Lampionnya.. Sungguh Luar Biasa !!

Bagaimana dengan pengalaman kamu di DCF 2016?? Tulis di kolom komentar ya :}

 

Perjalanan ke Puncak Sikunir di Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Perjalanan ke Puncak Sikunir di Desa Tertinggi di Pulau Jawa

3 – 4 Oktober 2015

Perjalanan merengkuh awan ke puncak sikunir ditemani saudara sekaligus sahabat saya Mas Iga. Dan hanya berdua kami melakukan perjalanan ini dari Kota Batik Pekalongan menuju Golden Sunrise Sikunir.

Untuk urusan panjat memanjat gunung dia masternya, pernah beberapa kali menjadi ketua MAPALA UMY Jogjakarta gak perlu diragukan lagi soal pengalamannya.

Termotivasi pengen lihat sunrise di puncak sikunir yang konon kabarnya menjadi sunrise terindah di Indonesia menjadikan kami nekat kesana.

Ini penampakan sunrise sikunir yang pengen kami lihat :

Sunrise sikunir
Sunrise di Puncak Sikunir via http://www.diengbackpacker.com

Lanjutkan membaca →

%d blogger menyukai ini: